Karnaval Budaya KKN 28 Bersama Masyarakat Tebul

Tidak Hanya mengadakan Lomba-lomba kemerdekaan , kita KKN 28 bersama Karang Taruna desa juga mengadakan karnval budaya. Karnaval budaya ini dilaksakanakan hari Jumat tanggal 15 Agustus 2015. Diikuti oleh seluruh warga tebul dengan menggunakan kostum bermacam-macam . Dimulai dari depan SD tebul berjalan melewati jalanan di tebul hingga batas desa.

Mari Ramaikan Hari Kemerdekaan kita !

Mari Ramaikan Hari Kemerdekaan kita !
Merupakan hal yang wajib bagi kita untuk turut serta meramaiakan hari kemerdekaan kita yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus . Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk itu. Untuk memperingati Hari kemerdekaan , kami KKN 28 bekerjasama dengan kelompok Karang Taruna desa Tebul mengadakan rentetan acara memperingati HUT RI yang ke-70 ini. Acara yang diadakan diantaranya adalah, Lomba-lomba, Karnaval budaya, serta Mala Puncak.

LOmba-lomba dimulai tanggal 11 Agustus 2015. Lomba yang diadakan adalah Lomba lari kelereng, balap karung, lari tamoah , burung perkutut, tarik tambang, dsb.
Antusisas masarakat terhadap hal ini sangat tinggi.

Dimana Batas Desamu ?

Dimana Batas Desamu ?
Batas Desa di desa Tebul masih jarang ditemui ,bahkan kebanyakan sudah rusak, padahal hal ini sangtalah penting . Jadi KKN 28 berinisiaif untuk membuat papan batas desa. Membuat batas desa di  batas barat, batas masing-masing dusun, serta melakukan pengecatan di batas timur desa Tebul.

Sosialiasai untuk Ibu-Ibu desa

Di desa Tebul merupakan desa yang berbatasan dengan laut. tidak heran banyak sekali warga desa yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Sedangkan untuk Ibu ibu masih jarang bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri. Oleh karena itu kita berinisiatif untuk mengajak ibu-ibu desa melakukan hal-hal yang positif. Yaitu mengadakan pelatihan pengolahan Rajungan. Kenapa memilih Rajungan ? Karena di desa Tebul , merupakan salah satu penghasil rajungan terbanyak di kecamatan Kwanyar. Jadi, tidak hanya dijual mentah kita juga bisa menjual Rajungan dalam bentuk olahan yang tentunya lebih menarik minat pembel


i.

Olahan Rajungan diantaranya adalah Stick Rajungan, Nuget Rajungan dan Kerupuk Rajungan. Pelatihan ini diadakan Hari Minggu Tanggal 9 Agustu 2015 pukul 14.00 dihadiri sejitar 30 orang ibu-ibu desa Tebul.

Tidak hanya pengolahan Rajungan, Kita juga memperkenalkan tanaman hidroponik. Karena tanah mereka kering jadi kami memberikan solusi untuk bercocok tanam dengan media tanpa tanah. Hampir seluruh ibu-ibu desa antusias  untuk mencoba bercocok tanam dengan cara hidropnik ini.

Ayo, Belajar Komputer

Tekhnologi merupakan hal yang tidak asing lagi kita dengar, dengan adanya tekhnologi semua pekerjaan menjadi ringan. Salah satu adanya tekhnologi yaitu komputer. Komputer merupakan salah satu dari hasil kemajuan tekhnologi yang membantu manusia dala bidang tekhnologi Informasi. Bagi sebagian orang komputer atau laptop dan sejenisnya mungkin sudah tidak asing lagi bahkan sudah menjadi hal yang biasa. Namun , di desa Tebul khususnya masih sedikit yang mengetahui tentang hal ini .

Oleh karena itu kita KKN 28 mengadakan pelatihan komputer bagi siswa SD Tebul. Hal ini dikarenakan untuk membantu mereka mengenal komputer. Pelatihan komputer diadakan d Hari Sabtu tanggal 8 Agustu 2015 dengan peserta sekitar 40 orang siswa kelas 6. Antusiasme mereka untuk belajar hal hal yang baru menjadikan motivasi kuat untuk kami beresemangat membagi ilmu yang sudah kai dapatkan di kampus sebelumnya.

Pelatihan Media Pembelajaran Guru



Belajar merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang. Bahkan sejak masa kanak-kanak kita sudah diajarai bagaimana caranya belajar, manfaat belajar dsb. Namun akhir-akhir ini banyak sekali faktor-faktor yang membuat anak terutama menjadi malas belajar. Salah satu Solusi yang di buat adalah dengan menggunakan Media Pembelajran yang variatif dan menarik bagi anak-anak, sehingga belajar tidak lagi menjadi hal yang membosankan.

Di SD Tebul sendiri masih kurang adanya media pembalajaran, sehingga Kelompok KKN 28 menggunakan kesempatan ini untuk mengadakan Pelatihan Media Pembelajaran untuk Guru-guru SD Tebul dengan mendatangkan Pemateri salah satu dosen Universitas Trunojoyo Madura, Bapak Mujtahidin.

Pelatihan Media pembelajaran dilaksanakan hari Sabtu tanggal 8 Agustus2015 dimulai pukul 09.00-11.00 dengan diikuti oleh seluruh staff guru di SD Tebul.

UTM mengajar



Tidak hanya mengadakan bimbingan belajar , KKN 28 juga mempunyai program pengajran lainnya , yaitu UTM mengajar. UTM mengajar kali ini merupakan program kerja pendampingan pengajaran bagi siswa SD di tebul. Proker ini dimulai di minggu kedua ,selama satu minggu. Konsep UTM mengajar sama halnya dengan bimbingan belajar yang tutor atau penanggung jawabnya dibagi masing-masing kelas. Hal ini dikarenakan lebih efektif dan efisien.
Antusisame guru dan siswa di SD Tebul sangatlah tinggi terhadap acara ini . Pelajarang yang kami dampingi diantaranya IPA,IPS,Matematika,SBK, Bahasa Indonesia.

Belajar Malam bersama KKN 28





Program kerja pertama mahasiswa KKN 28 yaitu mengadakan Bimbingan belajar atau BIMBEL untuk anak-anak sekolah di desa Tebul. Dilakasanakan setiap malam di minggu pertama dan minggu kedua kedatangan. Dimulai pada pukul 19.00 hingga pukul 20.30 yang diikuti sekitar 50 anak sekolah di desa Tebul. Baik itu anak Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Atas (SMP). 
Dalam pengaturannya , bimble dibagi masing-masing kelas dengan masing-masing penanggung jawab.

Sebelum bimbel dimulai , anak-anak di ajak berdoa dan membaca pancasila . Serta ketika selesai bimbingan belajar , kita mengajak anak-anak untuk bermain untuk memberikan hiburan. Teknik pengajaran yang diberikanpun cukup menarik minat anak-anak untuk menghadiri kegiatan ini setiap malam. 

FGD di Desa Tebul

FGD di  Desa Tebul
FGD merupakan kepanjangan dari Focus Group Discussion , merupakan suatu kegiatan dimana mahasiswa KKN kelompok 28 duduk bersama warga desa untuk membiacarakan hal hal yang berkaitan dengan desa Tebul. Baik itu dalam hal kegiatan, masyarakat maupun infrastruktur, budaya dsb. 

FGD yang dilaksanakan di rumah Bapak Muslimin selaku kepala desa Tebul, dihadiri mahasiswa KKN kelompok 28 bersama Dosen Pembimbing , Ibu Yeni serta beberapa tokoh masyarakat Desa Tebul. 
Yang membahas temtang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama berada di desa Tebul. Antusisasme masyarakat menyambut  kedatangan mahasiswa KKN sangatlah tinggi.

Pendidikan

Mungkin  kesan pertama saat kita pertama kali datang ke desa Tebul adalah terbelakang dengan melihat kondisi alam yang jalannya sangat terjal dan terbuat dari bebatuan dan juga pasir. Namun presepsi itu semua salah. Justru di desa ini semangat warga untuk mengayam pendidikan sangatlah tinggi. Meskipun fasilitas pendidikan masih kurang memadai. Taman posyandu minsalnya, pendidikan bagi anak usia dini. Mereka para orang tua sangat ingin putra maupun putrinya untuk bisa belajar sehingga mereka para orang tua meminta bidan setempat untuk mengadakan kegiatan taman posyandu.

Begitu juga dengan Taman Kanak-Kanak. Mereka para orang tua sangat ingin putra dan putrinya bisa mengayam pendidikan mesikipun di desa Tebul tidak ada taman kanak- kanak. Sehingga para orang tua meminta kepada para tokoh masyarakat untuk membangun pendidiakan untuk anak-anak lebih spesifiknya adalah taman kanak-kanak (TK). Namun sayangnya pada saat ini, taman kanak kanak yang ada di desa Tebul masih belum terdaftar oleh dinas pendidikan hal itu dikarenakan untuk mendaftarkan ke dinas pendidikan perlu proses yang panjang.
Selain itu, di desa Tebul ini juga terdapat beberapa gendung pendidikan lain misalnya SD, Madrasah dan juga langgar (tempat mengaji).


Letak Geografis Desa

Letak Geografis Desa
Desa Tebul merupakan desa yang terletak di Pulau Madura Kabupaten Bangkalan Kecamatan Kwanyar, lebih khususnya di sebelah Timur berbatasan dengan Kwanyar Barat, di sebalah Utara berbatasan dengan Ketentang dan di sebelah Barat berbatasan dengan Sukolilo Timur/Bunajih dan di sebelah Selatan berbatasan dengan Selat Madura. Di desa Tebul ini terdapat 3 dusun yaitu Dusun Jalang (Tebul Barat, dusun Sumber (Tebul Tengah) dan dusun Masjid (Tebul Timur).  

Desa Tebul sendiri bisa ditempuh sekitar kurang lebih 40 menit dari bangkalan kota jika mengendarai sepeda motor . melewati Jembatan Suramadu ke sebalah timur. Melewati desa labang dan sukolilo.

Sejarah Desa

Sebuah desa tidak luput dengan istilah sejarah. Begitu pula dengan desa Tebul. Sebuah desa unik dengan pemandangan laut yang bisa membuat mata tidak berhenti untuk memandang.
Konon asal mula nama desa Tebul ini dahulunya ada seorang kyai yang bernama Barokah. Kyai Barokah tersebut berbicara kalau setiap orang yang berdo’a di desa ini, maka do’anya akan terkabul. Melihat dari pernyataan dari kyai Barokah tersebut, maka desa tersebut diberi nama desa Kabul. Namun, masyarakat di desa Kabul, kurang menyetujui nama dari desa Kabul tersebut karena dirasa kurang enak/pantas untuk diucapkan, maka lama kelamaan kata “Kabul” berubah menjadi “Tebul” yang pengucapannya lebih enak dan nyaman. Perubahan nama ini dari “Kabul” menjadi “Tebul” merupakan sifat budaya yang lama kelamaan menjadi sebuah budaya yang mengakar, sehingga membuat nama “Tebul” secara tidak langsung diputuskan menjadi nama desa ini.
Namun, berbeda dari versi diatas, sejarah desa Tebul yang telah berkembang dari mulut ke mulut menyebutkan hal lain yang berhubungan dengan asal nama “Tebul”. Dahulu ada sebuah sumber mata air (sekarang menjadi dusun Sumber) yang selalu mengeluarkan gelembung air yang muncul ke permukaan. Melihat hal ini, maka tetua desa/orang yang melihat menyebut nama desa ini adalah desa Tebul yang artinya air yang naik ke atas “tebul, tebul, tebul”. Sehingga warga masyarakat di desa Tebul sudah terbiasa menyebut nama desa ini dengan nama desa Tebul.
Dua versi sejarah desa Tebul di atas tidak dapat dikatakan salah satunya benar atau keduanya salah, yang terpenting bahwa kenyataannya desa Tebul telah berdiri hingga sekarang dengan berbagai keunikan di dalamnya.
Selain sejarah desa, terdapat juga sejarah masing-masing dusun, yakni yang pertama dusun Masjid (Tebul Timur), masyarakat mengatakan bahwa didusun Tebul bagian Timur ini diberikan dusun Masjid memang karena di Tebul Timur terdapat Masjid yang besar dan merupakan satu-satunya masjid yang ada didesa Tebul. Yang kedua adalah dusun Sumber (Tebul Tengah) masyarakat menyebut desa Tebul bagian tengah dengan sebutan dusun Sumber karena memang di desa Tebul bagian tengah ini terdapat sumber mata air dari pegunungan. Selanjutnya masyarakat di desa Tebul tersebut mengelola Sumber untuk dijadikan fasilitas umum. Ada dua fungsi yaitu yang pertama sebagai tempat pemandian umum, ada yang laki-laki dan perempuan selanjutnya yang kedua difungsikan sebagai tempat pengambilan air untuk kebutuhan rumah tangga maupun kebutuhan yang lainnya. Dan yang terakhir ada dusun Jalang (Tebul Barat).


Profil Desa

Profil Desa
Desa Tebul merupakan salah satu desa di kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Kondisi tanah di desa Tebul ini hampir semuanya tanah kering yang di dalamnya terdapat Tegal/ladang seluas 224.000 ha/m2, Pemukiman seluas 38.000 ha/m2 serta perkarangan seluas 24.000 ha/m2. Desa ini memiliki jumlah penduduk sekitar 1.906 jiwa dimana 989 jiwa berjenis kelamin perempuan dan 917 jiwa berjenis kelamin laki-laki. Dan mata pencaharian di desa ini yaitu sebagai sopir, nelayan, perantau dan juga petani dan lain-lain.
Di sektor pertanian, biasanya masyarakat paling banyak menghasilkan Jagung. Tanaman Jagung di desa Tebul biasanya ditanam setiap 1 kali dalam setahun. Dan biasanya musim tanan itu terjadi ketika musim penghujan. Dan jika masyarakat menanam jagung di musim kemarau, maka tanaman jagungnya akan tmbuh kurang optimal, hal itu dikarenakan tidak adanya pengairan untuk kebutuhan sawah maupun ladang.
Sebagian masyarakat juga bermata pencaharian sebagai perantau. Dan kebanyakan masyarakat di desa Tebul melakukan perantauan di beberapa kota maupun negara seperti Surabaya, Malaysia dan juga Arab.

Penghasilan utama nelayan di desa Tebul ini adalah rajungan. Nelayan di desa Tebul paling sedikit menangkap rajungan sekitar 1-2 kg per hari. Hal ini dikarenakan memang tidak lagi musim rajungan dan biasanya para nelayan juga bisa menangkap rajungan sampai 12 kg per harinya jika sedang musim ranjugan “Rebeh” begitulah sebutan bagi masyarakat untuk musim rajungan atau bisa juga sebelum hari puasa. Namun disayangkan, di desa Tebul ini belum terdapat home industy (Industri Rumahan) yang dikarenakan kurangnya kreativitas masyarakat akan pemberdaya guna hasil tangkapan nelayannya. Mereka hanya menjualnya ke pengepul.